100 Distro Linux Terbaik Terpopuler

Linux adalah sistem operasi, sama halnya seperti Windows atau Mac OS. Bedanya, Linux itu gratis dan open source.

Linux adalah sistem operasi yang bersifat open source. Artinya setiap orang bisa dengan bebas untuk menggunakannya. Baik itu mengubah, memodifikasi, atau bahkan mendistribusikannya..

Anda bahkan juga bisa membuat sistem operasi Linux versi Anda sendiri (tentunya bagi yang sudah mahir dengan pemrograman).

Alasan Kenapa Menggunakan Linux, Laptop Jadul Jadi Ngebut Kalau Pakai Linux!
Linux bisa menjadi pilihan alternatif dari Windows dan Mac OS. Kita bisa menggunakannya secara gratis dan legal.

Laptop jadul bisa terasa fresh lagi ketika kita pasangi Linux. Karena Linux sangat ringan dijalankan pada komputer dengan spesifikasi yang rendah. Bahkan, hanya dengan RAM 2 GB saja atau bahkan kurang dari itu.

Beda halnya dengan Windows, yang cenderung akan terasa berat bila diinstall pada perangkat komputer dengan spesifikasi hardware yang rendah.

Jadi daripada laptop Anda jarang dipakai lagi, sebaiknya Anda pasangi OS Linux saja. Terlebih, Linux di era saat ini sudah semakin modern dan mendukung banyak aplikasi untuk menunjang produktivitas.

Mengapa Ada Banyak Versi Linux?
Linux berlisensi open source, sehingga setiap orang bisa dengan bebas untuk mengubah dan memodifikasi sumber kode programnya.

Karena hal itulah sistem operasi Linux bisa melahirkan berbagai versi atau varian yang bermacam-macam.

Sehingga banyak dari kalangan programmer membuat varian Linux versi mereka sendiri yang mereka kembangkan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Nah, hal itulah yang mungkin bisa menggambarkan arti dari distro Linux itu sendiri. Yaitu kumpulan sistem operasi yang kode dasarnya diambil atau bersumber dari Linux yang sudah dimodifikasi, kemudian didistribusikan oleh para pengembangnya untuk dapat digunakan oleh publik.

Ada banyak sekali distro Linux terbaru yang beredar saat ini. Berikut kami tampilkan 100 distro Linux yang paling banyak digunakan berdasarkan data terbaru dari website distrowatch.com:

1MX Linux514MLinux2Manjaro52Artix3Mint53NixOS4Ubuntu54Red Hat5Debian55BunsenLabs6Pop!_OS56Voyager7elementary57Ubuntu Budgie8Solus58Haiku9Fedora59MakuluLinux10Zorin60Nitrux11KDE neon61ALT12deepin62Robolinux13openSUSE63Simplicity14EndeavourOS64ClearOS15Ubuntu Kylin65Absolute16Arch66Kodachi17antiX67KNOPPIX18CentOS68AV Linux19ArcoLinux69Feren20Linuxfx70FuryBSD21PCLinuxOS71Gecko22Puppy72Ultimate23Kali73LXLE24Lite74Tiny Core25EasyOS75Ubuntu Studio26SparkyLinux76Elive27Lubuntu77OpenBSD28Peppermint78NomadBSD29FreeBSD79Emmabuntüs30Tails80OpenMandriva31Mageia81ExTiX32Q4OS82Septor33Xubuntu83BlackArch34Kubuntu84Clear35Slackware85RasPiOS36Parrot86DragonFly37ReactOS87Sabayon38Devuan88Netrunner39Endless89SteamOS40Ubuntu MATE90Trisquel41Android-x8691ROSA42Void92Obarun43Alpine93Qubes44Archman94ArchBang45Bluestar95ArchLabs46Bodhi96GoboLinux47GhostBSD97Ubuntu DP48Gentoo98SmartOS49PureOS99Trident50KaOS100Volumio Ada berbagai macam varian Linux. Teksnologi.comakan mengulas beberapa diantaranya yang terbaik.

Distro Linux Terbaik Pendatang Baru
MX Linux menjadi trending dalam satu tahun belakangan ini. Dikembangkan dari basis Linux antiX dan MEPIS Linux, telah menghasilkan sistem operasi yang stabil dengan performa yang solid.

Menjadikan distro Linux yang satu ini trending di dunia Linux sebagai pendatang baru terbaik.

Distro Linux Terbaik Untuk Pemula
Di urutan pertama, kami rekomendasikan Ubuntu. Karena memang sistem operasi Ubuntu sudah sangat populer di kalangan pengguna Linux. Baik untuk pengguna personal atau sekelas perusahaan.

Selain itu di kalangan para pelajar di sekolah pun juga sudah mulai banyak dikenalkan tentang sistem operasi yang satu ini, terutama untuk siswa SMK Teknik Komputer.

Alasan kenapa Ubuntu begitu populer di dunia Linux adalah karena kemudahan instalasi dan penggunaannya, cukup banyak dukungan aplikasi untuk pekerjaan sehari-hari.

Melihat akan hal itu tentunya Ubuntu bisa dijadikan sebagai solusi alternatif dari sistem operasi Windows.

Ubuntu juga cocok digunakan untuk siapa saja yang baru pertama kali mengenal Linux. Bahkan, Ubuntu menjadi salah satu distro Linux yang paling banyak menghasilkan varian-varian Linux baru.

Manjaro menjadi salah satu sistem operasi Linux yang paling banyak digunakan saat ini.

Manjaro ringan untuk diakses dan mempunyai tampilan antarmuka yang user-friendly. Sistem dari Manjaro berbasis pada Arch Linux.

Fitur unggulan dari Manjaro adalah rilis yang stabil, kemudahan proses instalasi yang intuitif, bisa mendeteksi hardware secara otomatis, kemampuan untuk menginstall banyak kernel, spesial Bash script untuk mengatur graphic driver, dan konfigurasi desktop yang lebih luas.

Saat ini Linux Mint menempati posisi tiga besar sebagai salah satu distro Linux yang paling banyak digunakan saat ini menurut DistroWatch.

Linux Mint adalah distro Linux berbasis Ubuntu. Tampilannya yang elegan, namun tetap mudah untuk digunakan.

Salah satu kelebihan dari Linux Mint adalah menyediakan berbagai paket aplikasi bawaan seperti browser plugin, media codec, DVD playback, Java, dan komponen lainnya.

Instalasi paket aplikasi dari Linux Mint berbasis web, dan kompatibel dengan software respository milik Ubuntu menjadikan distro Linux yang satu ini cukup populer.

Linux Mint mint sangat ringan dijalankan pada laptop dengan spesifikasi rendah, bahkan dengan RAM hanya/kurang dari 2 GB.

Pengguna yang baru mengenal Linux mungkin akan sangat menyukai tampilan dari Deepin. Sama halnya dengan Linux Mint, sistem operasi Deepin berbasis pada Ubuntu Linux.

Tampilannya terbilang cukup modern dan elegan. Deepin punya tampilan desktop environment yang mereka kembangkan sendiri. Yakni DDE (Deepin Desktop Environment).

Deepin lebih berfokus pada tampilan yang intuitif. Pada desktop enviroment-nya, menampilkan menu deck yang berisi shortcut dari icon-icon aplikasi favorit.

Untuk menginstall aplikasi, Deepin punya appstore versi mereka sendiri, yakni Deepin Software Centre, beberapa aplikasi bawaan dari Deepin adalah DMusic dan DPlayer.

Instalasi Deepin yang mudah sangat cocok digunakan untuk pengguna yang baru mengenal Linux. Deepin juga bisa menjadi salah satu alternatif terbaik dari Windows.

Zorin OS mempunyai konsep desain yang clean dan modern. Zorin OS terus melakukan inovasi pada distro Linux mereka.

Tersedia Zorin OS Lite, yang ringan dijalankan pada komputer dengan spesifikasi hardware yang rendah.

Ada juga Zorin OS Education, yang ditujukan untuk para pelajar. Di dalamnya sudah include dengan beragam aplikasi edukasi untuk menunjang kebutuhan belajar.

Zorin OS juga punya fitur yang namanya Zorin Connect. Fungsinya untuk menghubungkan smartphone Android ke komputer sebagai remote untuk presentasi.

openSUSE adalah distro Linux yang dikembangkan secara independen oleh komunitas openSUSE yang disponsori oleh perusahaan SUSE Linux. Menargetkan pengguna pemula dan juga menarik minat bagi pengguna yang sudah berpengalaman.

openSUSE juga mendukung banyak desktop environment, seperti Cinnamon, GNOME, IceWM, KDE, LXDE, Openbox, WMaker, dan Xfce.

openSUSE hadir dengan YaST (Yet another Setup Tool). Yakni program administrator untuk mengontrol hardware, mengkonfigurasi jaringan, dan mengkustomisasi sistem Linux dengan lebih mudah.

Fedora punya reputasi yang berfokus pada inovasi. Pengembangan Fedora juga bersifat independen seperti halnya openSUSE.

Fedora dikembangkan oleh komunitas yang mendukung Fedora Project, yang disponsori oleh Red Hat. Desktop environment bawaan dari Fedora adalah GNOME. Akan tetapi pengguna dapat merubahnya ke versi lain, seperti: Awesome, Cinnamon, Enlightenment, KDE Plasma, LXDE, MATE, Openbox, Ratpoison, atau Xfce.

Distro Linux dengan Tampilan yang Cantik
Anda menyukai keindahan tanpa mengesampingkan fungsionalitas? Linux berikut ini mungkin bisa menjadi pilihan.

Elementary OS menawarkan tampilan desain yang modern dan elegan. Fokus dari pengembangan sistem operasi ini adalah untuk membuat penggunanya betah dan nyaman saat bekerja atau menggunakan OS ini.

Ciri khas dari Elementary OS adalah tampilannya yang elegan didesain mirip dengan sistem operasi Mac buatan Apple.

Elementary OS juga berbasiskan pada Linux Ubuntu. Tentunya dari segi fitur akan tetap sama indentiknya dengan Ubuntu tanpa mengesampingkan fungsionalitasnya.

Berbeda dari kebanyakan distro Linux yang sudah disebutkan di atas. Apricity adalah sistem operasi Linux berbasis Arch Linux. Tampilannya yang khas sudah mengusung konsep desain yang modern dan elegan.

Penempatan icon-icon dari OS yang satu ini seakan mengingatkan kita dengan sistem operasi Android dan iOS. Desktop environment dari Apricity menggunakan GNOME dan Cinnamon.

UPDATE: Sayangnya pegembangan dari Apricity sudah dihentikan oleh developernya. Saat ini websitenya sudah tidak dapat diakses lagi.

Distro Linux Berbasis Cloud
Dalam era cloud-computing, banyak aplikasi bisa berjalan tanpa perlu melakukan instalasi.

Pengoperasian aplikasi tersebut lebih banyak didasarkan atas jaringan komputer. Salah satunya adalah internet. Pengguna bisa mengandalkan internet untuk terkoneksi ke pusat server untuk mengelola data.

Chromium OS adalah sistem operasi Linux yang dikembangkan oleh Google.

Mendengar kata “Chrome” tentu sebagai pengguna internet seharusnya sudah sangat familiar dengan nama ini.

Chrome OS menggunakan prinsip interface yang sama dengan yang digunakan oleh web browser Google Chrome.

Segala aplikasi yang berjalan pada sistem operasi ini adalah berbasis aplikasi web. Jadi untuk penggunaannya memang cenderung menggunakan koneksi internet. Namun masih tetap dapat digunakan juga tanpa internet.

Untuk saat ini distribusi dari Chrome OS dinaungi langsung oleh pihak Google. Yakni dengan menjual perangkat Chromebook (semacam netbook namun sudah terinstall sistem operasi Chromium OS).

Target pasar dari Chromium OS ini adalah pelajar/siswa sekolah. Namun tidak terbatas hanya untuk itu, siapa pun yang ingin mengakses internet dengan lebih mudah bisa menggunakan perangkat ini.

Distro Linux Untuk Game
Steam OS adalah sistem operasi Linux yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan bermain game. Sistem operasi yang cocok untuk para gamer ini berbasis Debian Linux.

Steam OS menggunakan third-party graphic driver yang akan selalu diperbarui, dengan grafis compositor untuk menunjang jalannya transisi antara game dengan Steam OS itu sendiri.

Bagi yang belum tahu apa itu Steam, Steam adalah website platform penyedia layanan distribusi game digital yang dikembangkan oleh Valve Corporation. Walaupun dirancang khusus untuk bermain game, namun Steam OS masih tetap dapat digunakan untuk bekerja seperti layaknya sistem operasi komputer lainnya.

Distro Linux Untuk Laptop
Jika Anda menjalankan beberapa aplikasi secara intensif, terutama pada perangkat laptop, pastinya akan terus menghabiskan daya baterai. Di sektor ini, Ubuntu MATE bisa menjadi pilihan Anda, karena sangat ringan berjalan pada spesifikasi hardware yang rendah.

Prinsip dari Ubuntu MATE adalah menjadikan komputer modern semakin cepat, dan menjadikan komputer tua tetap bisa bermanfaat.

Distro Linux Untuk Komputer “Tua”
Zoris OS Lite adalah versi ringan dari Zorin OS. Pengguna bisa mengisntall Zorin OS Lite pada komputer jadul dengan spesifikasi hardware yang rendah.

Dengan hanya RAM 512 MB dan CPU single core, Zorin OS Lite sudah dapat dijalankan dengan lancar dan ringan.

Sama halnya dengan prinsip dari Ubuntu MATE. Namun Lubuntu lebih berfokus pada kecepatan dan efisiensi daya pada perangkat dengan spesifikasi hardware yang rendah.

Lubuntu menggunakan versi desktop minimalis dari LXDE dan memilih aplikasi-aplikasi yang ringan untuk dijalankan sebagai aplikasi default/bawaan.

Salah satu kelemahan Linux saat ini adalah dukungan terhadap multimedia production. Kebanyakan program multimedia untuk kelas profesional lebih banyak tersedia untuk OS Windows dan Mac OS.

Dan untuk menjalankan aplikasi dalam kategori multimedia memang membutuhkan resource hardware seperti CPU dan RAM yang tinggi.

Di sektor multimedia, Ubuntu Studio diciptakan setidaknya untuk memperbaiki kekurangan tersebut.

Ubuntu Studio hadir dengan beberapa aplikasi yang berfokus pada pekerjaan multimedia, seperti audio, video, fotografi, publishing, dan image editing.

Distro Linux Untuk Melindungi Privasi
Di era internet ini, informasi dan data diri mengenai seseorang akan semakin terbuka dan dapat dengan mudah diketahui publik. Salah satu contoh sederhananya adalah pengumpulan data (tracking) oleh marketer, lembaga pemerintahan, atau perusahaan pengiklan.

Di sinilah sistem operasi Tails mencoba mengambil peran tersebut untuk melindungi privasi penggunanya.

Tails adalah live operating-system. Artinya Anda bisa langsung menjalankan OS ini melalui DVD, USB Flash disk, atau bahkan kartu memory SD Card.

Tails memungkinkan penggunanya untuk mengakses internet secara anonim dan menembus penyensoran yang ada di internet. Dalam hal ini, Tails mengandalkan layanan dari jaringan Tor.

Namun yang perlu diketahui adalah bahwa saat ini memang sulit rasanya untuk mengakses informasi di internet yang benar-benar secara anonim tanpa ada jejak sedikitpun.

Karena kita tidak akan pernah tahu jika ternyata pihak developer dari Tails itu sendiri yang bisa mengetahui informasi yang ada di komputer kita. Bisa saja kan?

Distro Linux Untuk Server
Saat ini CentOS adalah salah satu sistem operasi Linux yang banyak digunakan untuk menjalankan server. Stabilitas dari CentOS juga dikenal cukup baik.

CentOS menjadi salah satu alternatif terbaik dari Red Hat Enterprise Linux (RHEL). Karena untuk menggunakannya, pengguna tidak dikenakan biaya.

CentOS sendiri merupakan sistem operasi yang pengembangannya berbasis pada Fedora dan Red Hat Linux. Developer dari CentOS juga terus memberikan support dan update terhadap OS ini secara berkala.

Debian adalah salah satu distribusi terbaik dan paling tua di dunia Linux. Bisa dikatakan bahwa Debian adalah “bapak” dari beberapa distro Linux yang ada saat ini.

Sistem Debian menggunakan kernel Linux. Debian menyertakan lebih dari 50.000 paket precompiled softwareyang fungsinya untuk memudahkan instalasi.

Debian baik digunakan untuk menjalankan server. Debian bisa menjadi pilhan bagi pengguna yang menginginkan server Linux yang stabil dan aman tanpa harus melakukan update sesering mungkin.

Distro Linux Untuk Hacking & Security
Sistem operasi yang satu ini terkenal akan fitur-fitur hacking-nya. Sebenarnya Kali adalah sistem operasi Linux yang berguna untuk menguji keamanan suatu sistem dalam jaringan.

Kali dikembangkan dengan basis Debian Linux. Menggunakan GNOME sebagai desktop environment-nya. Sebagai informasi tambahan, bahwa sebelumnya Kali lebih dikenal dengan nama BackTrack.

Distro Linux Untuk Menjalankan Android di Komputer
Popularitas dari sistem operasi Android tidak hanya berkutat pada perangkat mobile saja. Di era ini, Android bahkan sudah hadir untuk versi komputer desktop.

Phoenix OS adalah sistem operasi yang berbasis pada Android-x86. Phoenix OS menggabungkan interface dari sistem Android pada perangkat mobile dengan tampilan desktop PC.

Selain untuk menjalankan aplikasi Android, pengguna juga dapat memainkan game Android di Phoenix OS.

Salah satu kelebihan dari Phoenix OS adalah kemudahan instalasi dan juga dapat disandingkan (dual-boot) dengan sistem operasi yang lain, terutama Windows.

Mau mencoba Phoenix OS? Klik di sini untuk membaca artikel cara menginstall Phoenix OS di komputer Windows.

Penutup
Sistem operasi Linux terus mengalami perubahan dan perkembangan dari waktu ke waktu. Hal ini didasari atas sifatnya yang open source. Sehingga siapa pun bisa ikut berpartisipasi untuk mengembangkan proyek tersebut bersama-sama.

Distro Linux manakah yang menjadi favorit Anda?

Untuk deretan distro Linux terbaik dan modern di 2022, silahkan baca artikel berikut: